Saat merebus mi instan, air rebusan
Akan berwarna keruh. Akibatnya, tak sedikit muncul kekhawatiran bahwa mi instan dilapisi lilin agar tahan lama sehingga saat direbus air yang digunakan akan berubah menjadi keruh.
"Itu mitos, tidak ada bahan lilin. Sebab, proses
pembuatan mi instan seperti ibu bikin adoan
pasta saja. Cuma memang minya ini digoreng
sampai kering (deep fried)," tutur Astri Kurniati S.T, MAppSc dari Nutrifood Research Centre. Ia menambahkan, data Food Research
International tahun 2008 menyebutkan karena
proses deep fried tersebutlah mi instan menjadi lebih awet. Selain itu, deep fried juga
menyebabkan mi instan kaya akan lemak jenuh sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi berlebihan.
"Direbus terus airnya keruh itu karena ada
sebagian lemak atau pati yang terlepas.
Namanya digoreng, minyak jenuh yang menempel saat kita rebus kan akan keluar," tutur Astri di sela-sela Peluncuran buku 'Buka Fakta! 101 Mitos Kesehatan' di Plaza Senayan, Jakarta, seperti ditulis Kamis (4/12/2014).
Selain membatasi konsumsi mi instan, jika
memang ingin mengonsumsi mi instan, Astri
menyarankan kombinasikan mi dengan sayuran seperti sawi, kol, dan tomat, serta tambahan telur sebagai sumber protein. Jika dibutuhkan, bisa merebus mi dua kali dengan mengganti air rebusan yang pertama.
Anda juga bisa mengurangi penggunaan bumbu mi karena dengan begitu, setidaknya Anda sudah memangkas jumlah asupan garam harian. Sebab, dalam bumbu mi instan, atau bumbu produk makanan instan lain garam umumnya digunakan sebagai penambah rasa.
"Boleh makan mi tapi sebaiknya dibatasi dan
diakali ketika mengonsumsi minyak."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar